PERJALANAN SPIRITUAL

Suatu hari aku kedatangan teman lama. Dia bercerita tentang nikmatnya menjelajah belahan dunia, ya semacam sensasi perjalanan spiritual mencari jati diri (aku lebih senang menyebutnya esistensyi sebuah diyi (ala kak yansen yang cadel “r”)) setelah berulang kali membaca Edensor, aku pun terinspirasi juga. Maka dimulailah pengalaman ku disuatu subuh, berkelana sendiri berjalan kaki dari kostan Jl. Tikukur menuju curug dago, gua jepang, gua belanda, curug ciomas hingga tembus ke maribaya….jalan kaki lagi ke puncak bukit yang hanya ada satu pohon besar, ingin rasanya aku kibarkan bendera disana, pertanda ada anak kampung yang pernah menjejakkan kakinya dalam perjalanan menaklukkan dunia.

Kegilaan ini tak sampai disana, dengan sedikit ajakan ada dua orang yang termakan hasutan. Dengan nada berkobar lantang, aku teriakkan, “ayo tantang batas mu, teman”. Perjalanan spiritual ini kami mulai dari mengarungi perbukitan di Bandung, Jatinangor, Sumedang Ujung, Lembang, dan yang paling gila menginap di masjid Depok dan Tanggerang.

Ini hanyalah kegilaan yang biasa teman, hanya sebuah perbuatan sederhana untuk menantang batas keberanian mu sebagai bekal menantang kehidupan dan mencoba mengumpulkan makna dari mozaik-mozaik hidup mu yang bertebar berserakan.

~ by menantangbatas on June 13, 2008.

2 Responses to “PERJALANAN SPIRITUAL”

  1. keep fight…..
    moga bisa jebol mimpi kuliah di jerman

  2. ya.. sepertinya saya memerlukan perjalanan seperti itu juga, mencoba menjelajahi tempat baru yang kadang itu hanya di sekitar kita. melihat segala sesuatu dengan lebih detil, dan kita akan melihat betapa sungguh beragam dunia ini, dan kita tak mampu untuk berjalan sendiri.
    terima kasih atas inspirasinya.

Leave a Reply